A. Data Film
1.
Judul Film : The white
Ballon
2.
Sutradara : Jafar Panahi
3.
Produser : Kurosh
Mazkouri
5.
Pemeran
a)
Aida Mohammadkhani As Razieh
b)
Mohsen Kafili As Ali
c)
Fereshteh Sadre Orafaiy As Ibu
d)
Anna Borkowska As Wanita Tua
e)
Mohammad Shahani As Tentara
f)
Mohammed Bakhtiar As Penjahit
g)
Aliasghar Smadi As Penjual Balon
h)
Hamidreza Tahery As Reza
i)
Asghar Barzegar As Manager Toko Hewan
peliharaan
j)
Hasan Neamatolahi As Pekerja pada
pertunjukan ular
k)
Bosnali Bahary As Pekerja pada
pertunjukan ular
l)
Mohammadreza Baryar As Pelanggan di Toko
jahit
m)
Shaker Hayely As Asisten Toko Jahit
n)
Homayoon Rokani As Penyanyi Jalanan
o)
Mohammad Farakani As Penjaga Toko
p)
Hosain Kazemy As Pemilik Toko
q)
Mohammad Zolfaghary As Asisten Toko
Hewan Peliharaan
6.
Bahasa : Persian
7.
Bahasa Pengantar/sub: Indonesia
8.
Tanggal Rilis : 27 November 1995
9.
Distributor : October Film
10.
Negara :
Iranian
11.
Durasi :
85 Menit
B. Sinopsis
Film
yang dimulai dari sebuah pusat perbelanjaan tradisional di kota Teheran, dimana
seorang Ibu yang sibuk mencari gadis kecilnya setelah selesai berbelanja segala
kebutuhan pokok keluarga. The White Balloon adalah sebuah film Iran (1995) yang
disutradarai oleh Jafar Panahi, dengan skenario oleh Abbas Kiarostami. Film
tersebut bercerita tentang seorang gadis kecil yang bernama Razieh itu
meminta ibunya untuk membeli sebuah ikan emas yang cantik dan gemuk. Dengan
Uang pemberian ibunya ia langsung berlari untuk membeli ikan as itu. Namun,tidak
berhenti disitu, kini gadis kecil tersebut harus menghadapi setiap rintangan
untuk mendapat ikan emasnya untuk tahun baru nanti. mulai dari pertunjukan
ular, uang yang jatuh kedalam gorong-gorong hingga perkelahian antara kakaknya
dan penjual balon.
C. Resensi
The
White Ballon (1995) adalah sebuah film
keluarga yang bercerita tentang seorang gadis kecil yang berumur 7 tahun. Ia bernama
Razieh dan memiliki keinginan membeli seekor Ikan mas cantik dan gemuk. Sama
halnya dengan seperti gadis kecil lainnya, Razieh juga terus merenggek-rengek
ketika sang ibu tidak kunjung memberikannya uang untuk membeli ikan mas
tersebut. Namun dengan bantuan sang kakak yang mencoba merayu ibunya, akhirnya
Razieh pun mendapatkan uang dari ibunya sebesar 500 tomans untuk membeli ikan
mas. Akantetapi, untuk mendapatkan ikan mas itu, Razieh harus menghadapi
beberapa rintangan lainnya. seperti halnya, ketika seorang laki-laki tua
pekerja pada sebuah pertunjukkan ular hipnotis yang mengambil uangnya. Namun,
Razieh terus berupaya memintanya kembali. Setelah melihat gadis kecil itu
menangis, akhirnya laki-laki itupun mengembalikan lagi uangnya. Selanjutnya, ketika
Razieh sampai pada sebuah toko yang menjual ikan mas, tiba-tiba Razieh
mendapati Uangnya telah tidak ada didalam toples yang dipegangnya. Dengan usaha
yang kuat sambil menghapus air matanya, akhirnya Razieh terus mencari-cari uang
itu. Hingga singkat cerita, Razieh menemukan uangnya terjatuh didalam
gorong-gorong didepan sebuah toko.
Malangnya,
sang pemilik toko tidak membuka tokonya pada hari tersebut dan Razieh pun tidak
mengetahui keberadaannya. Kemudian ketika sedang asyik mencoba mengambil uang
tersebut, bertemulah ia dengan kakaknya. Sambil bercakap-cakap, Razieh pun
menceritakan bahwa uang yang diberikan ibunya telah jatuh kedalam
gorong-gorong. Tidak ingin melihat adiknya menangis, Ali sang kakak pun
langsung mencari bantuan kepada orang sekitar. Tetapi, mereka sibuk dengan
aktifitas masing-masing tanpa memperdulikan keadaan Ali dan Adiknya. Tak ingin
menyerah, Ali terus mencari cara untuk dapat mengambil uang itu dari dalam
gorong-gorong. Kini usahanya menemukan sebuah kayu panjang yang dapat memancing
uang itu dengan menempelkan perekat sebagai pancingannya. Ali yang melihat
seorang penjual Balon yang mengikatnya pada sebuah kayu panjang, langsung
menghampirinya. Namun, sang penjual mengira Ali seorang pencuri yang ingin
mengambil dagangannya.
Akhirnya
pertengkaran pun tak dapat di hindari. Sang Penjual langsung menuduh Ali
sebagai pencuri dan langsung memukun serta menolaknya. Namun, Razieh tidak
tinggal diam. Ia terus melindungi kakaknya dan berusaha melerai pertengkaran
itu sambil berkata lirih “jangan sakiti
kakak ku, Dia hanya ingin mengambil Uangku dari dalam gorong-gorong. Sekarang
Aku tidak ingin lagi uang itu, tapi jangan sakiti kakakku”. Mendengar
ucapan si gadis kecil tersebut, akhirnya sang penjual balon pun mengerti maksud
Ali mengambil tongkat balonnya. Kemudian, si penjual balon pun bersedia
membantu mereka berdua. Ternyata keberuntungan itupun belum memihak kepada
Razieh dan Ali. Karena mereka tidak memiliki permen karet untuk menjadi
perekatnya, agar uang yang di ambil dari dalam gorong-gorong itu dalam menempel
pada tongkat. Ali tetap tidak berhenti berusaha, kini, Ia meminta adiknya dan
si penjual balon untuk menetap pada tempat itu dan meminta menunggunya sampai
ia kembali dan membawa permen karet. Ali berlari. Melewati setiap lorong serta
menerobos hujan untuk mendapatkan permen karet. Namun, Ali tak kunjung
mendapatkannya dan ia pun kembali. Kemudian, ketika Ali sampai, ia mendapati
adiknya tanpa si penjual balon. Dengan nada kecewa Ali bertanya kepada adiknya.
ternyata si penjual pergi sesaat untuk menjual dagangannya, dan Razieh kurang
nyali untuk menahannya. Akantetapi, tiba-tiba dari kejauhan terlihat sosok si
penjual balon yang menghampiri mereka, namun kali ini ia memegang tongkatnya
dengan sisa balon putih yang bergantung diatas. Tak menunggu lama lagi, si
penjual balon pun langsung mengeluarkan permen karet dari sakunya dan meminta
Ali dan Razieh untuk bergegas mengambil uang mereka dari dalam gorong-gorong
dengan menempelkan permen karet. Selanjutnya, setelah sekian banyak rintangan
dan usaha yang dilakukan sang kakak beradik ini, akhirnya mereka pun
mendapatkan kembali uangnya dan langsung membeli ikan mas tersebut dengan
senyuman.
D. Kelebihan Film
Pada
cerita yang disajikan didalam Film The White Ballon ini sangat menarik untuk
film bertema keluarga. Karena, sajian karakter didalam film tersebut sangatlah
kuat dan natural. Dan aktor serta aktris yang memerankannya juga benar-benar
beradaptasi dengan setiap adegannya. Sehingga, sebagai audien, saya juga terpancing
untuk merasakan setiap kesedihan Razieh ketika ibunya tak ingin membelikan ikan
mas, hingga uangnya terjatuh dan setiap rintangan yang dihadapi Ali. Sehingga,
Film ini memberi pesan bahwa segaal sesuatu itu memiliki prosesnya. Dan setiap
proses itu ada rintangan yang harus dihadapi. Jadi tetaplah berusaha dan
bersikap optimistis. Sampai pada akhirnya mendapatkan hasil yang memuaskan.
E. Kekurangan Film
Film
yang ditarik-ulur pada durasi 85 menit ini, juga memiliki beberapa kelemahan.
Seperti halnya jika diperhatikan plotnya yang terlalu bertele-tele. Seperti
Adegan untuk mengambil uang dari dalam gorong-gorong maka, Ali yang harus
berlari kesana-sini untuk mencari bantuan. Kemudian, jika diperhatikan pada
settingannya, ada beberapa adegan tidak terlalu maksimal. Seperti, pengambilan
gambar pada kolam ikan dan toples ikan mas, hanya dari atas saja, sehingga
tidak dapat melihatnya isi dlamnya secara keseluruhan seperti halnya akuarium.
Selanjutya, ada beberapa gangguan suara asing yang masih terdengar ketika pemain
sedang berperan. Seperti ketika Ali dan Razieh sedang terduduk, kemudian
tiba-tiba terdengar suara asing yang tida jelas sehingga menghilangkan fokus
audien terhadap alur cerita.
F.
Penutup
Film
The White Ballon merupakan sebuah karya sinematografi yang dapat
direkomendasikan untuk menjadi sebuah tontonan bagi kalangan umum,terutama
keluarga. Selain berkualitas, film ini juga bnayak mengandung nilai positif dan
pendidikan. Jadi pantas untuk di acung jempol dan cheesy !!
Semoga Bermanfaat ! :D

Pandemic 2016 juga bagus. perjuangan seorang ibu agar anaknya tetap hidup walau harus berbohong dengan berpura-pura menjadi seorang dokter. Yang kemudian memakaikan kostum tentara agar dapat melawati pos penjagaan.
BalasHapusrecomended.
Terimakasih mas untuk tanggapan dan recommended nya. nanti insyaallah kita terbitkan juga :)
Hapus