Jumat, 18 November 2016

Resensi Film The White Ballon (Iranian)


A.  Data Film



1.   Judul Film               :  The white Ballon
2.   Sutradara                 :  Jafar Panahi
3.   Produser                   :  Kurosh Mazkouri
4.   Skenario                   :  Abbas Kiarostami
5.   Pemeran
 
a)     Aida Mohammadkhani As Razieh
b)     Mohsen Kafili As Ali
c)     Fereshteh Sadre Orafaiy As Ibu
d)     Anna Borkowska As Wanita Tua
e)     Mohammad Shahani As Tentara
f)      Mohammed Bakhtiar As Penjahit
g)     Aliasghar Smadi As Penjual Balon
h)     Hamidreza Tahery As Reza
i)      Asghar Barzegar As Manager Toko Hewan peliharaan
j)      Hasan Neamatolahi As Pekerja pada pertunjukan ular
k)     Bosnali Bahary As Pekerja pada pertunjukan ular
l)      Mohammadreza Baryar As Pelanggan di Toko jahit
m)   Shaker Hayely As Asisten Toko Jahit
n)     Homayoon Rokani As Penyanyi Jalanan
o)     Mohammad Farakani As Penjaga Toko
p)     Hosain Kazemy As Pemilik Toko
q)     Mohammad Zolfaghary As Asisten Toko Hewan Peliharaan

6.   Bahasa                     :  Persian
7.   Bahasa Pengantar/sub:  Indonesia
8.   Tanggal Rilis           :  27 November 1995
9.   Distributor               :  October Film
10.    Negara                   : Iranian
11.    Durasi                    : 85 Menit

B.  Sinopsis
         Film yang dimulai dari sebuah pusat perbelanjaan tradisional di kota Teheran, dimana seorang Ibu yang sibuk mencari gadis kecilnya setelah selesai berbelanja segala kebutuhan pokok keluarga. The White Balloon adalah sebuah film Iran (1995) yang disutradarai oleh Jafar Panahi, dengan skenario oleh Abbas Kiarostami. Film tersebut bercerita tentang seorang gadis kecil yang bernama Razieh itu meminta ibunya untuk membeli sebuah ikan emas yang cantik dan gemuk. Dengan Uang pemberian ibunya ia langsung berlari untuk membeli ikan as itu. Namun,tidak berhenti disitu, kini gadis kecil tersebut harus menghadapi setiap rintangan untuk mendapat ikan emasnya untuk tahun baru nanti. mulai dari pertunjukan ular, uang yang jatuh kedalam gorong-gorong hingga perkelahian antara kakaknya dan penjual balon.

C.  Resensi
         The White Ballon  (1995) adalah sebuah film keluarga yang bercerita tentang seorang gadis kecil yang berumur 7 tahun. Ia bernama Razieh dan memiliki keinginan membeli seekor Ikan mas cantik dan gemuk. Sama halnya dengan seperti gadis kecil lainnya, Razieh juga terus merenggek-rengek ketika sang ibu tidak kunjung memberikannya uang untuk membeli ikan mas tersebut. Namun dengan bantuan sang kakak yang mencoba merayu ibunya, akhirnya Razieh pun mendapatkan uang dari ibunya sebesar 500 tomans untuk membeli ikan mas. Akantetapi, untuk mendapatkan ikan mas itu, Razieh harus menghadapi beberapa rintangan lainnya. seperti halnya, ketika seorang laki-laki tua pekerja pada sebuah pertunjukkan ular hipnotis yang mengambil uangnya. Namun, Razieh terus berupaya memintanya kembali. Setelah melihat gadis kecil itu menangis, akhirnya laki-laki itupun mengembalikan lagi uangnya. Selanjutnya, ketika Razieh sampai pada sebuah toko yang menjual ikan mas, tiba-tiba Razieh mendapati Uangnya telah tidak ada didalam toples yang dipegangnya. Dengan usaha yang kuat sambil menghapus air matanya, akhirnya Razieh terus mencari-cari uang itu. Hingga singkat cerita, Razieh menemukan uangnya terjatuh didalam gorong-gorong didepan sebuah toko.
         Malangnya, sang pemilik toko tidak membuka tokonya pada hari tersebut dan Razieh pun tidak mengetahui keberadaannya. Kemudian ketika sedang asyik mencoba mengambil uang tersebut, bertemulah ia dengan kakaknya. Sambil bercakap-cakap, Razieh pun menceritakan bahwa uang yang diberikan ibunya telah jatuh kedalam gorong-gorong. Tidak ingin melihat adiknya menangis, Ali sang kakak pun langsung mencari bantuan kepada orang sekitar. Tetapi, mereka sibuk dengan aktifitas masing-masing tanpa memperdulikan keadaan Ali dan Adiknya. Tak ingin menyerah, Ali terus mencari cara untuk dapat mengambil uang itu dari dalam gorong-gorong. Kini usahanya menemukan sebuah kayu panjang yang dapat memancing uang itu dengan menempelkan perekat sebagai pancingannya. Ali yang melihat seorang penjual Balon yang mengikatnya pada sebuah kayu panjang, langsung menghampirinya. Namun, sang penjual mengira Ali seorang pencuri yang ingin mengambil dagangannya.
         Akhirnya pertengkaran pun tak dapat di hindari. Sang Penjual langsung menuduh Ali sebagai pencuri dan langsung memukun serta menolaknya. Namun, Razieh tidak tinggal diam. Ia terus melindungi kakaknya dan berusaha melerai pertengkaran itu sambil berkata lirih “jangan sakiti kakak ku, Dia hanya ingin mengambil Uangku dari dalam gorong-gorong. Sekarang Aku tidak ingin lagi uang itu, tapi jangan sakiti kakakku”. Mendengar ucapan si gadis kecil tersebut, akhirnya sang penjual balon pun mengerti maksud Ali mengambil tongkat balonnya. Kemudian, si penjual balon pun bersedia membantu mereka berdua. Ternyata keberuntungan itupun belum memihak kepada Razieh dan Ali. Karena mereka tidak memiliki permen karet untuk menjadi perekatnya, agar uang yang di ambil dari dalam gorong-gorong itu dalam menempel pada tongkat. Ali tetap tidak berhenti berusaha, kini, Ia meminta adiknya dan si penjual balon untuk menetap pada tempat itu dan meminta menunggunya sampai ia kembali dan membawa permen karet. Ali berlari. Melewati setiap lorong serta menerobos hujan untuk mendapatkan permen karet. Namun, Ali tak kunjung mendapatkannya dan ia pun kembali. Kemudian, ketika Ali sampai, ia mendapati adiknya tanpa si penjual balon. Dengan nada kecewa Ali bertanya kepada adiknya. ternyata si penjual pergi sesaat untuk menjual dagangannya, dan Razieh kurang nyali untuk menahannya. Akantetapi, tiba-tiba dari kejauhan terlihat sosok si penjual balon yang menghampiri mereka, namun kali ini ia memegang tongkatnya dengan sisa balon putih yang bergantung diatas. Tak menunggu lama lagi, si penjual balon pun langsung mengeluarkan permen karet dari sakunya dan meminta Ali dan Razieh untuk bergegas mengambil uang mereka dari dalam gorong-gorong dengan menempelkan permen karet. Selanjutnya, setelah sekian banyak rintangan dan usaha yang dilakukan sang kakak beradik ini, akhirnya mereka pun mendapatkan kembali uangnya dan langsung membeli ikan mas tersebut dengan senyuman.
D.  Kelebihan Film
         Pada cerita yang disajikan didalam Film The White Ballon ini sangat menarik untuk film bertema keluarga. Karena, sajian karakter didalam film tersebut sangatlah kuat dan natural. Dan aktor serta aktris yang memerankannya juga benar-benar beradaptasi dengan setiap adegannya. Sehingga, sebagai audien, saya juga terpancing untuk merasakan setiap kesedihan Razieh ketika ibunya tak ingin membelikan ikan mas, hingga uangnya terjatuh dan setiap rintangan yang dihadapi Ali. Sehingga, Film ini memberi pesan bahwa segaal sesuatu itu memiliki prosesnya. Dan setiap proses itu ada rintangan yang harus dihadapi. Jadi tetaplah berusaha dan bersikap optimistis. Sampai pada akhirnya mendapatkan hasil yang memuaskan.
E.  Kekurangan Film
         Film yang ditarik-ulur pada durasi 85 menit ini, juga memiliki beberapa kelemahan. Seperti halnya jika diperhatikan plotnya yang terlalu bertele-tele. Seperti Adegan untuk mengambil uang dari dalam gorong-gorong maka, Ali yang harus berlari kesana-sini untuk mencari bantuan. Kemudian, jika diperhatikan pada settingannya, ada beberapa adegan tidak terlalu maksimal. Seperti, pengambilan gambar pada kolam ikan dan toples ikan mas, hanya dari atas saja, sehingga tidak dapat melihatnya isi dlamnya secara keseluruhan seperti halnya akuarium. Selanjutya, ada beberapa gangguan suara asing yang masih terdengar ketika pemain sedang berperan. Seperti ketika Ali dan Razieh sedang terduduk, kemudian tiba-tiba terdengar suara asing yang tida jelas sehingga menghilangkan fokus audien terhadap alur cerita.

F.   Penutup

         Film The White Ballon merupakan sebuah karya sinematografi yang dapat direkomendasikan untuk menjadi sebuah tontonan bagi kalangan umum,terutama keluarga. Selain berkualitas, film ini juga bnayak mengandung nilai positif dan pendidikan. Jadi pantas untuk di acung jempol dan cheesy !!

Semoga Bermanfaat ! :D

2 komentar:

  1. Pandemic 2016 juga bagus. perjuangan seorang ibu agar anaknya tetap hidup walau harus berbohong dengan berpura-pura menjadi seorang dokter. Yang kemudian memakaikan kostum tentara agar dapat melawati pos penjagaan.
    recomended.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih mas untuk tanggapan dan recommended nya. nanti insyaallah kita terbitkan juga :)

      Hapus